Chapter 37

1213 Words

Dengan keraguan samar di wajahnya, sekali lagi Bisha membaca ulang cerita fiksi hasil karangannya. Ia masih sepenuhnya ragu untuk benar-benar menjadikan menulis cerita sebagai profesi tetapnya. Meski ia akui ia pernah sangat mendambakan hal ini di masa lalu. Ditambah rasa senang yang ia rasakan setiap menulis cerita, tidak bisa dibandingkan dengan pekerjaan apa pun yang pernah ia lakukan. Tetapi segalanya telah berubah. Ah, Bisha segera meralat. Segala hal memang tidak seperti yang ia duga sejak awal, ia hanya baru mengetahuinya sekarang. Mendadak Bisha tersadar, bahwa meski ia tetap membaca tulisan dalam layar laptopnya, tetapi otaknya tidak menangkap pemahaman apa pun. Ia mendesah pelan dan melepas kaca mata yang ia pakai. Menyandarkan punggung pada sandaran kursi dan memijit pelipisny

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD