Studio musik yang biasanya terdengar suara-suara musik yang mengalun merdu, kali ini terdengar suara-suara orang bertengkar dengan lengkingan yang tinggi. Nadine tidak menyangka kalau sang suami malah akan berbuat seperti itu. Maka tak ayal keluar lah kata-kata yang melukai hati Juna. "Jangan sebut aku pencundang, Nadine!" Suara Juna juga tidak kalah tinggi dan bergetar, membuat perempuan itu kaget dan heran. Pria itu sangat marah, matanya nyalang, rahangnya juga mengeras, sedangkan kedua tangannya mengepal dengan keras. Sindiran istrinya sangat melukai ego kelaki-lakiannya. "Lalu ... aku harus menyebutmu apa, Mas? Suami yang bertanggung jawab? Yang baik hati, sehingga saking baiknya, dia merelakan istrinya selingkuh dengan laki-laki lain, begitu? Apa Mas Juna nggak malu dikatain sepert

