Dilara hanya bisa terdiam dan menatap putranya yang terlihat letih dan kurang bersemangat. Sepertinya ada sebuah beban berat yang sedang dipikulnya. Perempuan paruh baya itu sedih dan semakin cemas saat melihat kondisi putranya dan hilangnya sang menantu idaman. "Tapi kali ini aku belum bisa menceritakan semua ini ke Ibu. Ini benar-benar pribadi. Hanya aku dan Nadine saja yang tahu soal ini--" "Juna, aku dengar Nadine kabur, ya?" Tiba-tiba saja Felicia menyeruak masuk ke dalam kamar sambil menggendong Husna, hingga membuat anak dan ibu yang ada di dalam kamar itu kaget. "Siapa yang bilang Nadine kabur?" tanya Juna dengan nada marah dan kesal. "Ya, nggak ada, sih! Cuma apa coba kata yang tepat untuk mengatakan pergi dari rumah begitu saja kalau bukan kabur?" sahut Felicia sinis dengan se

