Dari kejauhan dentuman suara musik terdengar begitu keras. Juna hanya bisa menghela nafas dan bergegas masuk ke dalam ballroom di mana pesta ulang tahun pernikahannya bersama Felicia diselenggarakan. Semua tamu yang bertemu dan berpapasan dengannya, hanya mengangguk kecil ke Juna tanpa tahu siapa sebenarnya dia. Rupanya penyamaran laki-laki itu benar-benar sempurna, sehingga nyaris tidak ada seorang pun yang tahu siapa dirinya, bahkan keluarganya sendiri juga tidak menyadari kehadiran dia di tengah-tengah mereka. Juna tersenyum senang, itu artinya rencananya berjalan lancar sejauh ini. Dari kejauhan dilihatnya sang istri pertama sedang berdiri sambil mengobrol dengan beberapa tamu, perlahan dihampirinya perempuan itu dan berbisik pelan di telinga. "Felicia, bagaimana? Apa acaranya sudah d

