Nathan tersenyum memandangku yang sedang makan burger dengan porsi berlebihan. Dua porsi burger dan kentang goreng. Serta satu gelas minuman bersoda. Sedangkan Nathan sudah menghabiskan makanannya dari tadi. Kami bergegas ke restoran cepat saji setelah pulang dari sekolah. Waktu yang kami habiskan berdua akhir-akhir ini berkurang. Itu dikarenakan hukuman yang diberikan oleh Ayah sebelumnya. Hingga sekarang bisa lebih sering bertemu dengan Nathan. Setelah pertengkaran yang terjadi kemarin, aku memilih untuk tidak makan malam di rumah dan berakhir dengan kelaparan sampai pagi. Itulah alasan sore ini menghabiskan dua porsi burger sekaligus. Aku masih sibuk menghabiskan sisa burger yang ada di tanganku. Sampai akhirnya Nathan berinisiatif menyeka sudut bibirku dengan tisu. “Kau makan seperti

