Dalam tujuh bulan lagi akan lulus dari sekolah ini. Karena itulah kami mempersiapkan diri sebaik mungkin sebagai murid kelas tiga. Herannya beberapa guru bahkan tidak sempat memberikan pelajaran di saat-saat waktu dekat dengan ulangan semester satu. Kami ditugaskan membagi kelompok untuk mengerjakan soal yang ditulis pada papan tulis oleh ketua kelas. Aku masih sibuk dengan soal Matematika yang dari tadi kucoba untuk dikerjakan. Selama ini aku paling lemah dengan pelajaran Matematika. Meskipun sudah latihan berulang kali aku tetap saja tidak mengerti. Itulah alasan aku menjadi satu kelompok dengan Nathan. Bukan berniat untuk bermesraan dengannya di sekolah. Pertama kalinya aku melihat Nathan begitu serius mengerjakan soal yang diberikan oleh Guru. Ia bahkan membuat banyak sekali coretan

