Bab 51

1134 Words

Bagi sebagian orang. Makan malam bersama keluarga merupakan hal yang membahagiakan. Namun berbeda denganku. Aku sebetulnya lebih memilih untuk menghabiskan waktu sarapan sendirian. Karena keluarga yang memang sudah terpecah belah sekian lamanya. Aku bersama Ayah dan Bunda tidak pernah mempunyai percakapan yang berarti di meja makan. Bahkan, kami lebih banyak diam sambil menikmati makanan. Walaupun bukan benar-benar menikmati. Aku masih menyendokkan sup kentang dengan perasaan yang berat. Antara sebuah kekesalan dan kekecewaan karena belum juga mendapatkan hasil baik dari usaha selama ini. Aku berusaha sekuat tenaga untuk mengembalikan segalanya. Hubungan Ayah dan Mama yang sudah lama hancur. Bagaimana pun aku mencoba untuk merelakannya. Pada akhirnya aku akan semakin berharap kalau semua

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD