"Asik! Ade suka nasi kuning!" seru Aga dengan senang. Lisna justru tertegun karena tahu dalam kantung keresek itu berisi tiga box nasi kuning. "Ibu, Ade mau!" Lisna memberikan salah satunya untuk sang putra. "Ade makan duluan. Ibu mau ke kamar dulu." "Iya. Ibu." "Jangan lupa berdoa," kata Lisna lagi sambil mengusap kepala anaknya kemudian berlalu meninggalkan sang putra. "Handphone aku di mana, ya? Perasaan tadi aku simpan di sini?" Lisna mencari-cari ponsel yang entah ia letakkan di mana. Setelah mencari dan tidak menemukannya, ia kembali ke meja makan. "Ade, lihat handphone ibu gak?" Aga berpikir sejenak. "Di situ!'' tunjuknya ke arah sofa ruang tengah. "Ibu udah bilang, kalau udah pakai handphone ibu, Ade simpen lagi ke kamar. Biar ibu gak nyari-nyari," omelnya sambil menyisir s

