30- Hadiah Dari Kakek

1008 Words

"Ibu, lihat. Ini bagus 'kan? Dari kakek, Ibu." Aga yang duduk di kursi depan mobil yang dikendarai sang ibu, memperlihatkan undangan yang diberikan kakek. Bentuknya kotak berwarna hitam dengan ukiran berwarna mas. Diikat dengan pita berwarna mas pula. Tampak mewah dan berkelas. Saat digoyangkan, maka akan terdengar bunyi dari kertas undangan itu sendiri yang ada di dalamnya. Lisna tersenyum getir. Sebagai seorang ibu, bukan perlakuan orang lain terhadapnya yang bisa menyakiti hati. Tetapi justru perlakuan orang lain pada putranya. "Ini bagus. Ade suka." Aga memeluk benda itu dengan mata berbinar. Itu adalah barang pertama yang diberikan oleh sang kakek padanya. Ia begitu senang. Selama ini ia hanya bisa melihat saat kakek memberikan hadiah pada kakaknya. Meskipun pada akhirnya, sang k

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD