Lisna duduk dengan kepala menunduk sambil memilin ujung kerudung panjangnya. Sedikit pun tidak berani mengangkat kepala. Ia bahkan sempat terkejut saat tahu bahwa Indah adalah ibu Zayn. "Gimana, Nak?" Marini menyentuh pundak Lisna yang sejak tadi hanya diam. "Hah? I-,iya, Eyang? Kenapa?" tanya Lisna dengan gugup. "Apa kamu mau menerima niat baik kami? Cucu eyang yang satu ini, ingin menjadikan kamu sebagai istri. Apa kamu bersedia?" Lisna berpikir sejenak. "Tapi ... saya mantan istri kedua." "Mantan kan? Berarti sudah tidak. Lalu masalahnya di mana, Nak?" sahut Indah. "Saya ... saya cuma takut itu jadi masalah untuk keluarga Tante nanti. Saya tidak mau membuat keluarga Tante malu karena status saya yang pertama menjadi istri kedua," balas Lisna. "Itu tidak jadi masalah untuk kami se

