Fani menatap tajam ayah mertua yang tampak sayang pada cucunya itu. Benar kata wali kelas Damar mendapat tekanan dari seseorang. Selama ini ia pun sudah merasa tetapi tidak pernah tahu pangkal permasalahannya di mana. Ia meraih tangan sang anak lalu menarik tangan kecil itu hingga Damar berada di balik punggungnya. "Jangan pernah lakukan itu lagi pada Damar. Kalau tidak, aku akan menggugat cerai dan perkarakan hal ini untuk ambil hak asuh Damar secara utuh karena di keluarga ini ada orang tua yang tega merussak mentalnya!" tegas Fani tanpa melepaskan tatapan dari ayah mertua. Iswara bungkam. Ia tidak pernah menyangka semuanya akan menjadi seperti ini. Sedikit pun tidak pernah mengira bahwa sang cucu akan memiliki keberanian untuk melawan. Ia juga tidak menduga bahwa Fani lebih tegas da

