Sekarang Kania memilih menemani bocah empat tahun yang sedang bermain gelembung sabun di samping rumah. Sudah satu jam Haidar di ruang tamu yang tadi datang mengajak sarapan. Kania terlalu malas menanggapi apa-apa, dia hanya memberi ekspresi jutek sehingga mamanya berkali-kali menggumamkan maaf pada menantu. Kania heran, sekarang mamanya ikut berada di kubu Haidar. Apa dia perlu mengingatkan siapa orang yang tidak menyetujui Haidar mengajaknya ke pelaminan? Suara tawa Cika terdengar renyah berhasil membuat gelembung besar dan mamanya menanggapi dengan norak. Kania hanya memutar bola matanya jengah merasa ogah kalau harus menampilkan ekspresi pura-pura di depan anak kecil. "Mau sampai kapan pura-pura di sini, kayak berguna aja jagain Cika juga enggak, cabutin rumput juga enggak." Ochi

