Kania bukan orang yang terbiasa pura-pura memasang wajah ramah dalam durasi lama, tetapi ia harus tersenyum sepanjang hari tuntutan kerja. Berdiri di balik meja resepsionis sampai kaki pegal dan menerbitkan senyum pada semua tamu. Ini rasanya mau panggil tukang urut. Kania mengeluh dalam hati. Efek terlalu lama menyandang gelar kaum rebahan yang kerjanya cuma makan, nonton televisi, ngobrol sebentar sama ipar dan mertua, lalu balik ke kamar lagi main sosmed atau nonton Netflix. "Semangat Kania," gumamnya memberikan semang diri sendiri. Di hari pertama bekerja ia tidak ingin membuat pengunjung hotel kabur melihat tampang judesnya, bisa-bisa ia kehilangan pekerjaan yang susah-susah didapat. Sesekali Kania juga berbalas pesan dengan suami yang mendadak posesif kalau tamu tidak ramai, ta

