Laura berbalik, melayangkan tatapan sinis ke arah punggung Damian dan Olivia yang semakin menjauh di tengah keramaian mall. Ucapan Olivia terus terngiang di kepalanya, mengusik ketenangan yang sejak tadi ia coba pertahankan. 'Apa yang dikatakan Kak Olivia tadi benar?' pikirnya. Laura pun mencari tempat duduk kosong, duduk dengan gelisah sebelum meraih ponselnya. Jarinya lincah menekan kontak Nathan di layar. Selama menunggu panggilan tersambung, pandangannya tak henti menyapu sekitar, seolah takut menemukan sesuatu yang tak ingin ia lihat. "Halo sayang," suara dari lawan bicara membuatnya tersentak kecil. "Halo, Mas. Kamu di mana sekarang?" "Loh 'kan tadi aku udah bilang, aku lagi di kantor, sibuk banyak kerjaan. Kok nanya lagi? kamu khawatir banget ya sama aku?" "Beneran di kantor? c

