-*-*-*-
Juan POV.
Seumur hidup,aku berbohong untuk kali pertama.Aku berbohong pada Syakina jika aku menginap di rumah Dave,padahal aku bermalam di hotel.Sebenarnya aku tidak berniat membohongi Syakina.Tapi keadaan memaksa ku untuk tidak jujur.Yang benar saja,jika sampai semua orang tau aku meninggalkan Syakina dimalam pertama sebagai pasangan pengantin baru.Tidak sewajarnya jika aku menghabiskan waktu di luar dan bukan bersama istri ku kan?.Niatku yang terselubung akan terbongkar.
Mengingat Syakina adalah istriku,rasanya aneh dan menjijikkan.Ya memang benar adanya.Tidak ku pungkiri jika Syakina adalah istriku,tapi tidak bisa ku anggap istri.Meski jujur ku akui jika ada sekelumit rasa yang bermukim di hati ku.Rasa cinta dan penyesalan telah melibatkan Syakina demi mewujudkan ego ku.Tapi aku tidak mungkin mengakui Syakina sebagai istri sejati ku.Dan demi dendam ku,harus ku singkirkan rasa yang mengganjal di hati ini.Tidak boleh ada cinta dan perasaan menyesal atau merasa berdosa.Hal itu akan mengacaukan segalanya.
Meskipun aku tidak tulus mencintai dan menikahi Syakina,tapi aku cukup mengagumi kecantikan wajahnya yang laksana Dewi,dan kepandaian Syakina dalam memanjakan lidah ku.Poin plus untuk nya.Tapi Syakina tidak lebih dari b***k ku.Syakina hanya pion dalam permainan licik ku ini.Namun aku tetap menghargai Syakina sebagai istri ku.Memberikan nafkah lahir yang selayaknya dilakukan seorang suami,dan hanya satu yang tidak dapat ku lakukan,yaitu memberikan nafkah batin.
Tidak melakukan kontak fisik yang sangat intim adalah satu dari sekian poin dalam surat perjanjian yang ku buat.Pastinya itu sesuatu yang sulit untuk ku lakukan.Notabene aku adalah pria yang normal dan dewasa.Apalagi Syakina gadis naif yang masih suci dan murni.Tapi aku harus bertahan meski chemistry ku dan Syakina sebelum pernikahan ini terjadi,begitu alami dan kuat.Sayang seribu sayang,chemistry itu hanya kenangan dan hilang tak bersisa.
Jika saja pernikahan ini tidak terjadi dalam pusaran dendam,mungkin aku dan Syakina akan hanyut dalam lautan cinta yang penuh kebahagiaan,dan akan memupuk benih cinta yang ditanam bersama dilahan asmara.Sialnya,kenyataan tidak seindah yang ku bayangkan.Kini Yuna kujadikan sebagai bumerang untuk mengintimidasi Syakina.Sedangkan Syakina kujadikan tumbal dan bukannya umpan untuk memancing Aditya.
-*-*-*-
Flashback.
Satu Minggu sebelumnya...
"Ada satu kandidat yang memenuhi kriteria sebagai pegawai magang.Nilai akademik nya cukup gemilang sehingga diluluskan saat tahap seleksi awal sampai akhir.Nama nya Syakina Rayna.Ini biodata lengkap nya,Pak".
"Kenapa gadis berprestasi seperti ini melamar sebagai pegawai magang?".
"Entah lah.Mungkin tidak ada lowongan pekerjaan lain.Atau bisa juga Dia tertarik bekerja di perusahaan ini".
"Baiklah.Pekerjakan Dia mulai Minggu depan".
"Baik,Pak".
-*-*-*-
Satu Minggu kemudian...
Berkas lamaran yang pernah Egi,asisten pribadi nya berikan tempo hari sebelum tragedi Yuna melanda,Juan periksa kembali.Ada seulas senyum yang tersungging saat menyimak nama yang tertulis di biodatanya dan ketika melihat foto nya.Perasaan tak percaya terbersit di benak Juan ketika gadis yang pernah bersitegang dengan nya hari kemarin,mulai hari ini akan menjadi bagian dari perusahaan yang dipimpinnya dan akan dijadikan nya figuran dari rencana nya untuk balas dendam.
Sejatinya jiwa pendendam Juan akui sangat buruk,dan bukanlah sesuatu yang menguntungkan.Lagi pula bukan sifatnya memiliki jiwa pendendam.Namun hal itu terpaksa la lakukan mengingat penderitaan Yuna yang tak sanggup la saksikan.
"Syakina Rayna.Kamu pasti akan terbelalak saat melihat ku nanti.Pastikan kamu datang tepat waktu,Syakina.Aku tidak sabar ingin segera bertemu".Hentakkan kaki Juan mengencang menantikan pegawai magang baru nya yang belum juga datang.
Sementara jam kerja akan dimulai 30 menit lagi,tetapi Syakina tak tampak batang hidungnya.Sedangkan pegawai nya yang lain sudah standby di pelataran gedung bertingkat yang sebagian besar dari saham nya adalah milik nya dan atas nama nya.
"Kemana gadis arogan itu?".Jam yang melingkar di tangan nya,Juan tatap dengan lekat.Keningnya pun bertautan ketika Syakina belum juga muncul.
Tidak sewajarnya seorang pegawai baru membuat atasan menunggu.Seharusnya sebagai pegawai baru,Syakina datang lebih awal sebelum pegawai senior dan dirinya yang notabene sebagai pimpinan perusahaan datang.Sebelum mulai bekerja pun,Syakina harus menghadap nya dulu.Namun Syakina telah mengabaikan hal itu.
Juan dibuat sakit kepala oleh ulah Syakina.Tak ayal la memijat pelipisnya yang terasa berdenyut.Pegawai baru nya itu telah membuat nya menunggu dan menunggu hingga kelabakan.Bahkan mode sabar nya sudah melebihi ambang batas.
"Dasar gadis tidak tau diri.Dia membuat ku jengah".Jengah menunggu lama,Juan memutuskan bersantai di balkon dan menghirup udara segar di pagi hari,sambil menikmati indahnya pemandangan dan menyeruput secangkir espreso.
Diatas balkon kantor nya,Juan mengawasi pegawai yang baru berdatangan.Namun wajah yang cukup memikat hati nya tidak terlihat.Sedangkan harus briefing dengan para pegawai sebelum jam berdentang tanda dimulainya aktivitas.
-*-*-*-
"Tolong aku,pak,mas,mbak!.Siapa pun,,,Pliiis!,hentikan mobil kalian.Heiii,,,stooop!".
Syakina menyetop setiap kendaraan yang melewatinya dijalan tetapi tak satupun kendaraan yang mau berhenti dan memberi nya tumpangan.Syakina pun menjadi putus asa disaat la sedang terburu-buru pergi ke perusahaan di hari pertama nya bekerja.Jika saja motor matic nya tidak bermasalah dan tidak masuk bengkel,la tidak akan kesulitan seperti ini.Sialnya,hari ini Dewi Fortuna tak berpihak pada nya.
"Aishhh...Kenapa tidak ada yang mau menolong ku?".Lelah hayati Syakina pada akhirnya hingga tertunduk lemah saat tak ada satupun yang mau berbaik hati pada nya.
Semua orang seakan menutup mata dan hati nya ketika acuh saja melihat la berdiri di dipinggir jalan sambil melambaikan tangan.Sementara la harus segera sampai di Tree Palace,perusahaan yang mau menerima lamarannya setelah berkali-kali lamaran pekerjaan nya ditolak perusahaan lain,dengan alasan tersendiri.
"Ya Tuhan.Bagaimana ini?.Yang benar saja.Masa aku harus jalan kaki sampai ke Tree Palace?".Tuk kesekian kali Syakina menilik jam ditangannya yang terus saja bergulir,sedangkan sisa waktu nya hanya tinggal belasan menit lagi.
Namun hingga sekarang belum mendapatkan tumpangan satupun.Baik motor atau mobil.Tak seperti biasanya kendaraan umum pun bahkan mendadak sulit didapat,dan meski ada pun penuh dengan penumpang.
"Masa iya hari pertama bekerja,aku datang terlambat?.Ahhh,sialnya!".Sudah menyerah berusaha,akhirnya Syakina memilih jalan kaki sebab tak ada waktu lagi untuk berdiam diri sedangkan jarum jam bergerak terus.
"Astagaaa!".Sebuah sedan hitam metalik tiba-tiba berhenti disampingnya hingga membuat Syakina terkesiap dan seketika langkah nya terhenti.
"Fabian!".Sungguh diluar dugaan Syakina ketika menatap seraut wajah si pengemudi mobil yang dengan tulus nya tersenyum saat membuka kan pintu untuk nya ketika la sedang dilanda putus asa.
Ada perasaan hangat yang mengaliri darah Syakina hingga terasa berdesir.Ternyata pria itu penyebab jantung nya sering berdebar lebih cepat.Rasa yang tak dapat diartikan kata-kata Syakina itu menuntunnya melangkah masuk ke dalam mobil pria pujaan nya yang pernah sekampus dulu.Paras Fabian yang masih setampan dulu membuat Syakina tak berkedip dan tak mau mengalihkan pandangannya ketika duduk di samping Fabian.
Jujur diakui Syakina jika hatinya masih terpaut pada Fabian meski harus bertepuk sebelah tangan.Apa boleh buat jika Fabian menyukai gadis lain yang tak pernah diungkapkan jati dirinya oleh Fabian walaupun Syakina penasaran akan sosoknya.Kedekatan nya di kampus dengan Fabian memang tidak terlalu intens dan hanya pernah beberapa kali saling menyapa dan mengobrol.Namun sekelumit rasa yang menggetarkan kalbu,kerap menghampiri Syakina setiap kali berpapasan dengan Fabian,apalagi saat berbincang.
-*-*-*-
"Kenapa pegawai magang itu masih belum datang?".
Egi hanya bisa menggelengkan kepala ditanya Juan soal Syakina.Apa yang bisa la katakan sedangkan la sendiri bingung harus menjawab apa?,dan tak tau pula alasan Syakina belum juga muncul di perusahaan.Sementara segudang acara dan kegiatan sudah menanti.
Hal ini tampak jelas sudah membuat majikannya naik darah.Terdengar dari hembusan nafas sang majikan yang memburu dan terlihat dari rahang Juan yang mengeras.Tamatlah riwayatnya jika Syakina belum juga muncul.Tentunya la yang akan menerima imbasnya.
"Tunda briefing!.Jika Dia muncul,suruh menghadap ku!".
"Baik Pak".Egi menghempas panjang nafas nya telah luput dari amukan sang majikan kali ini,dan malah berlalu pergi.
"Luar biasa!.Apa yang sudah merasuki Pak Juan?.Ck,ck,ck".Berdecak Egi tak percaya dan geleng-geleng kepala melihat seorang Juan Mirza Prayudha tak mencengkeram lehernya yang kerap dilakukan Juan saat dikuasai amarah,baik la berbuat salah atau tidak.Sama saja.
Bekerja di bawah Juan orang lain beranggapan sangat beruntung.Namun Egi tak merasakan hal itu walaupun tak dipungkiri jika Juan memberinya kenyamanan dan segala yang la perlukan.
-*-*-*-
"Jadi kamu bekerja di Tree Palace,Syakina?".Terbelalak mata Fabian setibanya di gedung tempat Syakina bekerja.
Hal yang tak pernah Fabian duga bisa mampir ke tempat yang la hindari.Apalagi jika sampai bertatap muka dengan pemilik gedung nya,maka akan panjang urusan nya.Untuk saat ini Fabian belum siap bertemu dengan orang yang memiliki ikatan darah dengan gadis yang pernah la sakiti,dan bahkan telah la nodai.
"Benar.Ini hari pertama ku.Tapi kenapa kamu tampak terkejut?.Kamu seperti nya tau banyak hal tentang perusahaan ini?".
Menepis anggapan Syakina yang curiga akan sikapnya yang absurd,Fabian geleng-geleng kepala."Tidak juga.Aku hanya tau jika perusahaan ini milik teman kakak ku".
"Benarkah?.Wahhh,ternyata pemiliknya tidak setua yang ku pikirkan,hahaha...".
Fabian turut tersenyum melihat Syakina tertawa.Apalagi saat mendengar ucapan Syakina,hati nya terasa digelitik."Apa kamu pikir,Dia gemuk,berjambang dan sudah ubanan?".
"Iya.Tepat sekali Fabian".
"Ha ha ha..."Juan tak bisa menahan tawa mendengar rupa orang yang Syakina sangka kan yang sesuai definisi nya"Lihat saja nanti Sya.Tapi jangan kentara jika kamu mengaguminya".
Tidak dekat namun sedikitnya Fabian mengenal sosok yang bersahabat dengan kakaknya.Walaupun adik dari sosok itu teman masa kecilnya dulu sebelum pindah rumah dan telah la cintai.Tetapi dunia seakan terbalik.Kini kakak nya yang dekat dengan sosok kakak dari gadis yang la rindukan.
"Apa maksudmu?.Itu tidak mungkin.Yang benar saja aku terpikat pada pria lain.Karna kamu sudah...".
Perkataan Syakina yang terpotong membuat Fabian penasaran dan menatap Syakina penuh selidik."Apa Sya?.Kamu apa?".
"Sudah mengantar ku,hehehe ...Terima kasih Bian!.Sampai jumpa!".
"Sebenarnya apa yang mau Syakina katakan?".Fabian menggaruk tengkuknya melihat Syakina pergi begitu saja tanpa mengatakan kalimat yang sudah menjadikan nya penasaran.
Masa bodoh,Fabian tak mau ambil pusing soal Syakina.Lebih baik la memikirkan gadis yang begitu la cinta saat ini.Merindu hatinya lama tak berjumpa dengan gadis pujaannya itu,setelah berlibur ke Bali tuk waktu yang panjang,sejak peristiwa malam panas dan menegangkan itu.
Ada perasaan menyesal menghinggapi hati Fabian,karna sudah memaksakan kehendaknya melampiaskan hasrat dan nafsu bejatnya pada gadis yang tak membalas cinta nya dan berkali-kali menolak nya.Seiring berlalu nya waktu pergi menenangkan diri,akan tetapi cinta itu semakin kuat dan malah tak dapat berpaling dari gadis pujaannya yang mempesona dan menggoda.