“Ibu bisikin apa ke kamu, Za?” tanya mas Lutfan, kami sudah jalan menuju pasar swalayan terdekat. “Emm … itu Mas. Kata ibu rahasia,” ucap wanita berambut pendek itu. “Hm? Rahasia?” Mas Lutfan semakin penasaran. Aku cukup mendengarkan saja. “Iya, bilangnya gitu. Jadi saya nggak berani kasih tau sama Mas.” Ya, benar juga sih apa katanya. Dia hanya berusaha menjaga rahasia yang ibu amanatkan kepadanya. Tapi kenapa Eliza yang harus menjaga rahasia itu? Semakin tak mengerti aku dengan kedekatan mereka. Kini mas Lutfan hanya diam. Mungkin dia akan menanyakannya langsung kepada ibunya. “Dek, aneh ‘kan?” bisiknya. Lagi, aku hanya berekspresi tak mengerti dengan mengangkat ke dua pundakku. “Mau ibu apa sih?” gumam mas Lutfan, namun telingaku masih bisa mendengarnya meski samar. Sesampainya

