Selama beberapa hari, Tre telah berhasil mendapatkan perhatian dari Sang Penjaga Sekolah, Jenkins Burnt. Jenkins yang merasa terbantu dengan kehadiran Tre yang masih muda, kuat, dan memiliki banyak keahlian, tentu tidak bisa melewatkan kesempatan ini. Apalagi tenaga dan pikiran Tre terbilang gratis. Pria itu tetap tidak menolak minuman dingin dan makan siang. Banyak pekerjaannya yang beres dan rampung tepat waktu. Seperti siang ini, Tre dan Jenkins menunggu anak-anak pulang terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaan selanjutnya. Mengenakan kaos singlet putih, celana denim belel, dan kemeja kotak-kotak yang sengaja dililitkan ke pinggang, menambah sempurna struktur tubuhnya. Mustahil beberapa guru wanita tidak meliriknya, bahkan seorang anak perempuan yang lama menatapnya ketika

