EPILOG

676 Words

ANDINI                      “Yan, buruan…, keburu take off, nih!” seru Melati yang sedari tadi sibuk menghitung detik menuju jam keberangkatan penerbangan Jakarta – Sydney.             “Sabar dong, lo kayak orang mau lahiran aja,” sahut Arian yang kemudian menginjak pedal gas lebih dalam untuk mempercepat laju mobil.             “Ya ini latihan buat gue lahiran! Lo musti cepet.”             “Lah kok gue yang nganter lo lahiran?”             “Ah Ian! Diem aja deh! Fokus nyetir!” seru Melati jengkel.             Inilah pemandangan yang sering kusasksikan belakangan ini. Melati beradu argumen dengan Arian, cowok yang memiliki hatiku saat ini. Yang mengambilnya dengan cara paling jujur. Aku ingat cara dia menyatakan perasaannya sekaligus mengakui semuanya setelah perkelahiannya dengan

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD