Bagian 23 Malam merangkak menuju pagi. Waktu terus bergulir tanpa bisa dihentikan sedetikpun. Tak terasa hari sudah pagi, padahal diri ini masih mengantuk karena semalaman tidak bisa tidur. Kepalaku terasa sedikit pusing, mungkin efek karena kurang tidur karena semalaman aku terus memikirkan Bella. Persahabatan yang sudah terjalin sejak SMP harus kandas gara-gara kesalahpahaman. Aku tidak menyangka akan seperti ini jadinya. "Mbak Zahra, kita ngerujak, yuk! Aku lagi pingin makan rujak mangga muda, nih! Temani aku ke pasar, yuk. Sekalian kita belanja sayuran. Soalnya stok di kulkas udah habis." Tiba-tiba Maria muncul dan membuyarkan lamunanku. Mbak? Apa aku tidak salah dengar? Maria memanggilku dengan sebutan Mbak? "Mbak Zahra kenapa? Kaget ya aku manggilnya Mbak? Kan sudah seharusnya

