“Lucu juga ya, kenapa dia telepon kamu?” Mitha penasaran. “Entahlah. Semoga drama ini cepat berakhir..” Anya meminum air di gelasnya hingga habis. Beberapa staf rumah tangga mulai mengangkat makanan itu. Tapi, mereka masih diam di meja makan dan terus berbincang-bincang. “Oh, ya, besok temani aku ke exhibit ya?” Dara menatap Bisma. “Ada undangan pameran Olin Jenar.” Bisma tersenyum, “My pleasure Princess Dara..” Dara hanya mencubitnya, “Jangan memanggilku begitu. Aku tidak suka.” “Aww.. Jangan cubit aku..” Bisma pura-pura sakit. “Bro, kamu pergi?” Bisma menatap Danu. Ia tahu sahabatnya itu kolektor lukisan. Danu hanya menggeleng. “What? Serius?” Bisma kaget. “Why?” Danu hanya menggeleng, “Tidak ya tidak.” Bisma terus menatapnya curiga, “Weird.” Dara mengiyakan, “Itu juga pemi

