Danu, Mitha dan Dara turun dari lantai dua. Mitha menghampiri Anya yang tampak sedang menelepon di dekat halaman belakang. Bisma menatap Danu dan Dara, lalu bicara dengan ketus, “I’m hungry!” Dara hanya tertawa menghampirinya lalu mengelus perutnya, “Poor you..” “Tubuhmu besar, masih banyak cadangan energi, jangan manja,” Danu tertawa. “Kalau lapar tetap lapar..” Bisma merangkul Dara dan berbisik, “Aku tidak tahan, makan sekarang ya..” Dara kembali tertawa, Bisma memang seperti anak kecil. Saat menunggu dan saat lapar, itu dua momen Bisma bisa menjadi seseorang yang mengesalkan. “Apa yang kalian bicarakan?” Bisma duduk di kursi makan. Danu menatapnya dan Dara bergantian, “Aku cerita soal orang itu.” Bisma langsung menatap Dara dan menggenggam tangannya, “Just be careful.. Aku

