Dua orang pria bertulang lunak sedang fokus membantu Anna. Tangannya sangat mahir memainkan benda seperti kuas di wajah cantik Anna. Anna memang dianugerahi wajah yang sangat menawan. Kulitnya eksotis karena DNA dari sang ibu, perpaduan wajah Asia dan Eropa sangat serasi. Sesekali Anna menghirup udara dalam lalu melepasnya secara perlahan. Gemuruh di hati sungguh masih terasa. Bayangan wajah sang ibu samar-samar di pandangan. Anna tak terlalu ingat bagaimana paras wanita yang telah melahirkannya itu. Perempuan tangguh itu pergi saat Anna berusia 3 tahun. “Nona, ku mohon jangan menangis lagi. Itu membuat pekerjaanku bertambah” ketus salah satu penata rias. Dia merasa kesal karena harus mengusap pipi Anna yang selalu basah. Anna hanya diam, berusaha untuk tidak menangis. Jika tidak mem

