BAB 15 | Kelakuan Hafiz

1721 Words

"Ante... Aku benelan nda oleh ikut pelgi?" Hafiz berdiri di depan Fania yang sedang duduk di sofa. Mata bulat indahnya menatap Fania dengan lurus dan lekat. Binar matanya itu ia gunakan untuk memikat Fania agar mau mengiyakan permintaannya. Fania terkekeh melihat Hafiz yang seakan sedang berupaya keras membuat hatinya luluh. Mata bulat milik Hafiz juga bulu mata lentiknya itu terlihat sangat menggemaskan. "Kan sudah dijawab tadi sama Om Farel, kalau Hafiz nunggu di rumah aja." Hafiz menyentuh jemari Fania. Memainkan jemari yang jauh lebih besar dibandingkan miliknya yang mungil-mungil. "Tapi aku benelan mau ikut Ante... Aku janji nda akan nakal di cana." Fania mengusap pipi gembul milik Hafiz yang persis seperti Mochi - bulat dan putih. "Coba kamu bilang sekali lagi sama Om Farel. Om F

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD