Farel menghirup napas panjang saat merasakan dadanya sesak tiba-tiba. Dirinya yang sedang terlelap jadi terusik karena merasakan bagian d**a dan juga perutnya seperti ditekan sesuatu. "Fan, Fania... Jangan tindihin aku begini... Aku nggak bisa napas..." Farel menepuk-nepuk tubuh yang berada di atas tubuhnya. "Fan, Fania... Please... Aku nggak bisa napas..." Farel masih belum membuka kedua matanya. Ia hanya menggerakkan tangannya untuk menepuk tubuh Fania. Fania mengerjap saat mendengar Farel yang memanggil namanya sambil merintih sakit. Fania sontak bangun dan duduk untuk memeriksa keadaan Farel. "Rel, kamu kenapa?" "Sesak, Fan... Bangun dari atas badan aku dong..." Fania mengerutkan keningnya. "Bangun dari badan kamu?" Fania menyalakan lampu tidurnya untuk memeriksa. Ia menghela nap

