Tangan Fania ikut melambai ke atas begitu mobil Althaf dan Alya yang membawa Hafiz meninggalkan halaman rumah keluarga Rama. Fania juga melambaikan tangannya sambil mengerucutkan bibirnya. Ia sedih dan tak tega melihat Hafiz pergi dalam keadaan menangis. Saat Althaf dan Alya datang untuk membawanya pulang, Hafiz menolak dengan keras. Katanya, ia masih ingin bermain bersama Om Palel dan juga Ante Nania kesayangannya. Tapi apa boleh buat, Althaf tak mungkin membiarkan putranya jauh darinya lebih dari 3 hari. Hanya 3 hari saja, ia sudah rindu cerewetnya celotehan Hafiz juga senyum putranya itu. Apalagi ia juga tak ingin merepotkan kedua mertuanya untuk menjaga Hafiz. "Fan, Farel masih di kamar?" "Masih, Yah." Fania menoleh seraya menjawab pertanyaan ayah mertuanya. Rama menguatkan rahangn

