Dendam yang Terpendam

1675 Words

Suasana di dalam pabrik tua itu terasa semakin mencekam meski Arga dan anak buahnya telah lenyap. Kabar tentang kebocoran data yang baru saja diterima Andra bagaikan petir di siang bolong serangan yang direncanakan dengan sangat matang, tepat di saat Dirgantara Grup mulai pulih dari ancaman sebelumnya. Andra mengepalkan tangannya erat, raut wajahnya kembali berubah dingin dan penuh tekad khas seorang pemimpin yang tidak mudah menyerah. Ia menoleh sebentar ke arah Ayu, matanya menampakkan kekhawatiran sekaligus keraguan yang masih tersisa. “Kita harus segera kembali ke kantor,” ucapnya singkat. “Situasi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.” Ayu mengangguk pelan. Ia mengerti bahwa saat ini bukan waktunya untuk membahas rahasia masa lalunya. Keamanan perusahaan dan nama baik keluarga P

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD