Wajah Andra dan Ayu terasa pucat pasi seolah darah di tubuh mereka telah berhenti mengalir. Kertas di tangan Ayu terasa begitu berat, tulisan-tulisan di atasnya terasa kabur namun maknanya terasa menghantam d**a dengan kekuatan yang tak terbayangkan. Junaidi melihat perubahan drastis itu dan segera berdiri, mendekat dengan wajah penuh kekhawatiran. “Apa yang tertulis di sana?” tanyanya pelan, takut mengganggu namun sangat ingin tahu. “Apakah benar seperti yang ditakutkan Hendra?” Andra menarik napas panjang berusaha menenangkan detak jantungnya yang seolah ingin melompat keluar. Ia meraih kembali kertas itu, matanya menelusuri setiap baris tulisan seolah berharap ada kesalahan baca. Namun kata-kata itu tetap sama, jelas dan tegas, meninggalkan tanda tanya besar yang mengancam seluruh keb

