Udara di dalam ruang rapat terasa semakin berat, bukan lagi hanya karena ketegangan argumen, melainkan karena ancaman bahaya yang mulai terasa menyelimuti setiap sudut ruangan. Andra masih berdiri tegak di depan meja besar, tubuhnya secara naluriah melindungi Ayu di belakangnya, sementara tatapannya tak lepas mengawasi gerak-gerik Hendra dan orang-orang yang ada di dekat pintu keluar. Hendra menyadari bahwa rencananya untuk menguasai perusahaan melalui jalur hukum telah gagal total. Bukti-bukti yang dipaparkan Andra beserta rekaman percakapan itu telah meruntuhkan citra baik yang ia bangun selama puluhan tahun. Di mata para pemegang saham yang tadinya ragu, kini terlihat keterkejutan dan kemarahan yang perlahan berbalik mengarah kepadanya. Tanpa senyum palsu lagi, wajah Hendra berubah men

