Ailyn keiyona atau biasa disapa Ailyn seorang gadis berusia dua puluh tiga tahun, memiliki tubuh langsing dengan kaki jenjang serta mata dan proporsi wajah yang menyenangkan bila di perhatikan dari dekat maupun jauh.
Tak hanya pria banyak pula wanita yang mengagumi juga serta ingin seperti Ailyn karena bukan hanya cantik Ailyn juga unggul dalam bidang akademik.
Sekarang dia sudah menjadi sarjana setelah menyelesaikan pendidikan S1—nya di salah satu universitas di Jerman dengan menyandang sebagai Sarjana Psikologi.
Setelah lulus Ailyn membuka klinik psikolog yang berlokasi tak jauh dari tempat tinggalnya. Ailyn tinggal sendiri di Jakarta karena orang tuanya lebih memilih tinggal di Yogyakarta untuk mengembangkan bisnis kulinernya.
Dan Ailyn juga berkewajiban menjaga bisnis kuliner di jakarta sembari menjadi psikiater.
Ailyn membuka kliniknya dari pagi hingga sore dan setelah abis jam kerjanya ia akan langsung ke restauran tempat usaha sang ayah yang kelak akan diwariskan ke dirinya.
Walaupun Ailyn memiliki banyak ahli di dalam segala bidang namun banyak yang membicarakan bahwa Ailyn tak pandai dalam percintaan walaupun sudah lama menjalin hubungan.
Ailyn telah lama menjadi kekasih Rehan baswara mereka menjalin hubungan sejak Ailyn telah lulus kuliah sekitar 3 tahun yang lalu. Awal pertemuan mereka sejak SMA yang saat itu Ailyn dan Rehan satu kelas namun mereka seperti tom and Jerry yang tidak bisa akur, hingga saat itu mereka dekat dan setelah lulus kuliah dan Ailyn tinggal di jakarta barulah Rehan menyatakan perasaannya terhadap Ailyn.
Ailyn mengenal Rehan hal yang membuat Ailyn kagum terhadap Rehan, Rehan adalah orang yang suka bekerja keras dan disiplin.
Sejak Rehan menyatakan cinta kepadanya ia tak pernah melupakan hal itu, Rehan segalanya bagi Ailyn dan Ailyn sangat mencintainya karena Rehan adalah cinta pertamanya.
Sekarang Ailyn sudah berada di restauran milik sang ayah, karena jam kerja di klinknya telah usai makanya Ailyn langsung bergegas untuk mengecek restauran
"Daniya... gimana restauran aman?"
sapanya kepada kepala restauran yang di pilihnya sebagai wakil untuk menggantikan menjaga restauran.
Setelah menanyakan kabar restauran kepada bawahannya Ailyn bergegas masuk ke ruang khusus tempatnya untuk mengecek data mingguan restauran.
Ailyn fokus dengan komputer dan berkas laporan keuangan restauran. Meskipun bukan seorang yang handal dalam bisnis tetapi jika dilihat dalam beberapa tahun Ailyn memegang restauran, restauran yang dulunya hanya memiliki beberapa pegawai saja kini telah mencapai puluhan orang.
Banyak perkembangan saat Ailyn mengambil alih restauran karena sosok Ailyn yang dikenal baik dan sopan serta menghormati orang dalam tiap tahun akan banyak sekali pelanggan yang mampir ke restaurannya.
Namun anehnya pacarnya sendiri yaitu Rehan tak tahu mengenai ini yang Rehan tau Ailyn hanyalah seorang psikiater.
Karena semenjak mereka sibuk dengan pekerjaan masing masing jarang sekali Ailyn dan Rehan menghabiskan waktu bersama. Jika senggang keduanya hanya akan berbicara lewat media sosial saja.
Saat sedang fokusnya Ailyn dengan berkas berkas di atas mejanya pikirnya melayang membayangkan Rehan akankan pacarnya itu sudah makan atau belum.
Mengingat selesai jadwal kliniknya Ailyn tidak memegang HP sedari tadi. Ailyn pun berinisiatif untuk menghubungi sang kekasih.
ketika ia akan membuka Hp pesan masuk dari nomor yang tak dikenalnya 0856xxxx4467.
Alisnya berkutat mengingat ingat akankan ia mengenal nomor tersebut tetapi semakin dipikir Ailyn malah tambah binggung karena tak banyak orang tahu nomornya. Ailyn tak memperdulikannya di bukalah isi pesan tersebut.
Yang awalnya Ailyn bodoamat dengan siapa yang mengiriminya pesan namun saat pesan terbuka kini jantungnya berdegub lebih cepat karena kaget sampai menutup mulutnya dengan tangan.
Ternyata pesan tersebut berisi foto kekasihnya Rehan yang sedang bersama dengan wanita lain dengan posisi yang sedang berciuman.
Ailyn diam mematung menaruh kembali HP yang tadi digegamnya ke meja bahkan kini hanya air mata yang sudah menjelaskan semuanya.
Tak lama pesan masuk lagi, Ailyn membukanya kembali sekarang sang pengirim gambar mulai memberi pesan
'REHAN BUKAN PRIA YANG BAIK!!'
Dengan perasaan campur aduk Ailyn berdiri lekas keluar dari ruangannya berlari terburu buru bahkan Daniya posisinya di depannya Tak diperhatikan oleh Ailyn
Semua pegawai memperhatikan Ailyn dengan binggung namun tak ada yang berani menyapa Ailyn yang terlihat terburu buru seperti hendak pergi ke suatu tempat.
Sekarang Ailyn sudah berada di dalam mobilnya sebelum pergi Ailyn berusaha menetralkan pikiran dan hatinya ia tak mau gelap mata dan membahayakan dirinya sendiri.
Ailyn kembali mengambil HP-nya dan mengetik sesuatu kepada pengirim gambar.
'Sekarang posisi anda dimana?' (send)
'Posisi saya di restauran xxxx'
Setelah mengetahui dimana posisi Rehan dan pengirim itu berada Ailyn segera mengemudikan mobilnya untuk menuju ke restauran tersebut.
Ailyn mengemudi dengan kecepatan penuh untungnya saat ini jalan tidak terlalu ramai hanya dua puluh menit saja Ailyn sudah sampai di parkiran restauran.
kembali berkutat dengan HP-nya, kini ia menelpon Rehan.
'Halo'
'iya sayang kenapa? '
'Aku kangen mau ketemu, kamu dimana sekarang?'
'Aku lagi ehm.. di rumah temen aku rizal'
'Oh yaudah deh kalo gitu'
'nanti yah sayang kalo gitu bye'
tut.
Saat hendak mengunci mobil ada orang yang menabrak Ailyn dan ternyata itu Indra teman Rehan.
"loh kok kamu kesini Ailyn?" tanya Indra heran yang melihat Ailyn seperti orang yang gelisah.
"Ehm iya aku ada urusan kalo gitu aku pergi duluan bye Indra"
Ailyn lekas pergi tanpa menunggu perkataan Indra selanjutnya.
Namun ada hal yang tak Ailyn sadari saat Indra bertanya seolah khwatir, nyatanya dalam diam Indra tersenyum miring melihat kepergian Ailyn masuk ke restauran.
Ailyn masuk dengan penyamaran memakai topi juga kacamata dengan jalan yang tertunduk hingga hampir saja Ailyn menabrak orang di depannya.
"Ayo mbak mari saya antar"
Salah seorang pelayan restauran mengantar Ailyn ke salah satu bangku.
Dipikirnya karena melihat gelagat Ailyn yang agak kaku ia mengira Ailyn seorang artis yang sedang menyamar mangkanya ia langsung menhampiri Ailyn dan memilihkannya tempat.
"Ehm makasih mbak, mbak saya pesen orange jus ya mbak" tanpa melihat menu Ailyn segera memesan apa saja yang penting baginya hanyalah benar-benar memastikan Foto itu benar atau tidak.
Tak lama pelayan itu pun pergi, Ailyn melihat sekeliling dengan wajah setengah yang ditutup buku menu.
Memperhatikan sekeliling hingga berhentilah pandangannya pada sebuah bangku paling pojok dekat kaca besar dilihatnya dua orang insan yang amat dikenalnya sedang tertawa bersama sangat mesra sang pria yang menggenggam tangan wanita itu erat dan saling tersenyum persis seperti dua insan yang sedang di mabuk asmara.
Pandangan Ailyn terpaku memperhatikannya bahkan sekarang ada hal yang lebih membuatnya terkejut ialah sosok wanita yang bersma dengan prianya ialah wanita yang amat Ailyn kenal.
Dia adalah Selena seorang model juga anak pemilik perusahaan tempat Rehan bekerja.
Ailyn tak tau sudah berapa lama Rehan dan Selena selingkuh di belakangnya. Hati Ailyn amat hancur melihat itu karena kekasihnya dan orang yang sangat di kenalnya malah mengkhianatinya seperti ini.
Ailyn memilih keluar dari restauran itu dengan air mata yang sudah menggenang di wajahnya meninggalkan uang lima puluh ribu untuk minuman yang dipesannya lalu pergi meninggalkan restauran.