Bagian 2

1003 Words
Ke-esokannya Ailyn memilih tidak ingin melakukan apapun, suasana hatinya benar benar buruk sekarang ditambah memori semalam yang dilihatnya berputar terus dipikirannya. Ailyn sengaja mengkosongkan semua jadwalnya hanya untuk hari ini karena keadaannya sedang kacau, yang di lakukan Ailyn sekarang hanyalah tiduran sambil memainkan HP. Untuk kejadian semalam Ailyn tak memberi tahu Rehan bahwa ia telah melihat Rehan yang notabene kekasihnya itu selingkuh. Meskipun hati hancur tapi Ailyn tetap bisa mengontrol dirinya untuk tidak berbuat sesuatu yang membahayakan dan lagi pula ia ingin tau alasan apa yang membuat Rehan bisa berbuat seperti itu kepadanya. Dringgg... Telfon Ailyn berbunyi menandakan panggilan masuk Dan ternyata itu Panggilan masuk dari Rehan, Ailyn hanya meliriknha tak ada niatan mengangkatnya, ia hanya membiarkan HP itu berbunyi dikasur dan pergi ke kamar mandi. Rehan yang di sebrang telfon mengerutkan kening tidak biasanya Ailyn lama menggangkat telfon walaupun sibuk biasanya Ailyn akan memberi tau melewati chat tapi sudah berapa kali Rehan menghubunginya tak ada chat masuk dari Ailyn. Sekarang Ailyn sudah berada di bathup setelah melihat nama Rehan di HP-nya kepala Ailyn mendadak pusing mangkanya ia memilih untuk berendam agar tenang. 10 menit Ailyn berendam dalam bathup untungnya hal itu bekerja pikirannya kini lebih tenang Ailyn mengambil baju handuknya. melihat dirinya di cermin dengan wajah yang kurang baik baik saja kini bawah matanya menghitam seperti orang yang begadang semalam. Ailyn tidak ingin memdulikan HP-nya sekarang panggilan itu sudah tidak berbunyi lagi dan Ailyn meninggalkannya di laci bawah meja. Tak seperti gadis yang putus cinta yang biasanya akan mengurung diri, mogok makan dan depresi setelah mandi Ailyn kembali baik baik saja. Dengan baju yang sudah rapi tapi bukan baju kerjanya sekarang dandanannya tetap simple namun menawan dengan tubuh yang mungil di pakaikan dress yang pas dengan proposi tubuhnya Ailyn akan sangat cantik. Sedikit polesan tipis tipis dan memakai liptint seadanya dengan warna yang feminim, dandannya sudah sangat pas. Bahkan banyak yang bilang Ailyn tanpa make up juga sudah menawan wajahnya. Setelah semuanya sudah selesai melihat kembali penampilannya di cermin sekrang Ailyn malah meruntuki dirinya sendiri. Karena dengan dandanan seperti biasanya orang orang akan mengira ia akan ngedate dengan seseorang nyatanya malah sebaliknya. 'Tapi gapapa walaupun ga pergi berduakan aku bisa sendiri kemana mana lagian males juga disini mikirin Rehan yang b******k' ucapnya sambil menatap dirinya sendiri di cermin. Setelah insiden Ailyn yang tak menjawab telfonya sekarang Rehan tidak bisa fokus. ketika mengikuti meeting kali ini Rehan lebih banyak bengong dari pada memerhatikan apa yang sedang di presentasikan. Berbeda halnya dengan Ailyn kini yang tak punya tujuan malah sekarang sedang asik bermain air di pantai. Seperti anak umur lima tahun berlarian kesana kemari memainkan air di bibir pantai dan berlari ketika air akan naik sedikit ke permukaan. Keadaan pantai sedang sepi karena memang bukan hari libur jadi tidak ada pengunjung yang main di pantai itu. Ketika nafas sudah sudah naik turun barulah ia berhenti sebentar untuk menstabilkan pernapasan. "Rehan gua benci loh.. . . f**k you Rehan" Ailyn tak sadar dengan apa yang dilakukannya berteriak-teriak mengungkapkan kekesalannya atas Rehan serta tangan yang yang sendiri tadi membentuk f**k you dan mengarahkannya ke laut. Jika ada yang melihatnya mungkin tidak akan menyadari bahwa wanita tersebut sudah mengajak usia 23 tahun karena kelakuannua sendiri yang persis seperti anak kecil. Berteriak Sekuat tenaga melepaskan semua yang ia rasakan berharap laut dan ombak akan membawa keesalannnya. "Ailyn" Sapa orang yang sedang berlari kearahnya. Ailyn menengok dan betapa malunya ia ternyata orang tersebut adalah Indra teman kantor Rehan. Ailyn membuang pandangannya berpura-pura tidak tau ada Indra karena malu jika Indra melihat semua kelakuannya tadi. "Hei, kamu ngapain disini Ailyn?" Rehan mendangi Ailyn menunggu jawaban. "Engga lagi main aja, kamu juga ngapain kesini?" jawab Ailyn sambil menunduk. "Aku lagi nyari tempat buat pemotretan dan tadi dengan suara teriak dari sini mngkanya aku kesini" Indra duduk di samping Ailyn sembari memandang Ombak yang tengah beradu "Kamu dengan suara teriak?! engga itu kamu.. . eh apa salah denger kali bunyi ombak itu mah—" Ailyn menengok dengan raut wajah salah tingkah sembari menggaruk kepala mencari alasan logis. "Tadi pas denger ada yang teriak aku langsung kesini eh ternyata kamu lagi f**k you f**k you gitu.. " Indra senyum sedikit memerhatikan salah tingkahnya Ailyn. "Enggak lagi senam itu bukan f**k you f**k salah kamu eh.. Indra kalo gitu aku pulang dulu ya.. " Ailyn yang tak tau harus apa memilih untuk segera kabur karena malu akan tingkahnya sendiri. 'Ya Tuhan kenapa harus Indra?? Ailyn maluu kalo di cepuin ke Rehan [sad]' keluh kesah Ailyn sambil meremas jarinya. "loh udah mau pergi baru aku duduk disini masa ga mau nemenin" Ailyn yang awalnya berdiri kini tak berani pergi karena tak enak hati meninggalkan Indra. Dibalik ketidak enakannya Ailyn sempat berpikir apa sebaiknya bernegosiasi saja perihal tadi Ailyn yang teraik-teraik. "indra—ehm.. sebenernya—" Ailyn mengubah posisi duduknya menghadap Indra "Enggak bakal aku bilangin kok ke Reha tenang aja ya.. " seperti tau Ailyn akan berbicara apa Indra memotong pembicaraan Ailyn Ailyn menghembuskan nafas lega mendengar jawaban Indra. "Kamu lagi berantem sama Rehan?" ucap Indra membuka percakapan. "Engga, emang lagi mau main di pantai aja" "Oh, aku kira lagi barantem, yaudah kalo gitu udah waktunya aku balik ke kantor ayo bareng aku aja Ailyn" "Eh—ga usah aku bawa mobil ko kalo gitu aku juga pamit bye Indra" Ailynpun bangkit membersihkan baju dan tubuhnya dari pasir dan pergi dari hadapan Indra. Indra yang belum bergerak selangkah pun pandangannya terhenti menghadap Ailyn yang tengah berlari kasih sambil mengibaskan bajunya dari pasir. Indra tau semuanya bahkan tanpa Ailyn sadari siapa yang telah memberi tahunya mengenai perselingkuhannya Rehan dan Selena. Namun Ailyn bukanlah orang yang gampang memusingkan sesuatu hal lagipun pikirnya Ailyn tau orang tersebut memiliki maksud baik ke padanya. Indra tersenyum melihat kelakuan bocah 23 tahun itu memandang Ailyn yang tidak terlalu patah hati setelah mengetahui kelakuan pacarnya. Hanya dengan melihat Ailyn, Indra tau Ailyn bukanlah orang yang lemah ia tahu bagaimana memperhatikan dan mengendalikan perasannya sendiri. 'Ailyn.. Ailyn kamu emang ga pernah berubah yah tetep aja meresahkan perasaanku' ucap Indra dalam hati.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD