29

1335 Words

Mobil hitam itu melaju menembus hujan dengan kecepatan stabil, namun atmosfer di dalam kabin terasa jauh lebih mencekam daripada derasnya cuaca di luar. Wiper bergerak ritmis, tapi tidak mampu menepis ketegangan yang menggantung. Victoria duduk kaku, masih bisa merasakan sisa dingin dari peristiwa barusan di basement. Di sampingnya, Alex menyetir dengan rahang mengeras. Tatapannya lurus ke depan, namun aura gelap yang mengelilinginya jelas bukan sesuatu yang ingin dihadapi siapa pun. Mobil berhenti tepat di depan lobi perusahaan. Kalla, sang asisten, sudah menunggu dengan payung. Begitu melihat mobil Alex mendekat, dia berjalan cepat ke sisi pengemudi. Alex menurunkan kaca jendela. Hujan dan angin dingin langsung menyusup masuk. “Kalla,” ujar Alex tanpa prolog sedikit pun, suaranya dal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD