28

1224 Words

Hujan sudah turun sejak sore, dan kini langit berubah gelap lebih cepat dari biasanya. Rintik-rintik air menghantam kaca gedung saat Victoria menekan tombol lift menuju basement. Tubuhnya letih, kepalanya sedikit pening, dan sepatu hak yang dia pakai terasa menusuk mata kaki. “Besok aku harus pakai flat shoes,” gumamnya lelah. Lift berbunyi ding dan pintunya terbuka. Udara basement yang lembab menyambutnya, terdengar gemericik hujan dari luar. Victoria merapatkan blazer untuk menghangatkan diri sambil berjalan ke arah tempat mobil umum biasa menjemput. Namun langkahnya terhenti. Dua sosok pria berjaket hitam tiba-tiba muncul dari balik pilar beton. Wajah mereka sama, garang, tanpa senyum, dan jelas bukan orang yang ingin ditemui siapa pun di malam hari. Bukan sekarang, Victoria menaha

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD