66 (Bab sebelumnya itu 65.)

1220 Words

Victoria pergi ke mall tanpa tujuan yang jelas selain ingin menjauh dari kepalanya sendiri. Mall itu ramai, terlalu ramai. Lampu-lampu terang, tawa yang saling bersahutan, pasangan yang berjalan berdampingan, keluarga yang sibuk memilih tempat makan. Biasanya semua itu tidak mengganggunya. Tapi malam ini, keramaian justru terasa seperti dengungan yang menekan pelipis. Dia langsung menuju lantai tujuh. Restoran terkenal itu hampir penuh. Meja-meja terisi, pelayan berlalu-lalang dengan baki di tangan, aroma makanan bercampur, gurih, manis, pedas dan menggoda sekaligus melelahkan. Victoria memilih meja di dekat kaca besar. Dari sana, kota terbentang di bawahnya, gemerlap lampu malam seperti lautan bintang buatan manusia. “Indah.” Entah kenapa, justru membuat dadanya semakin sesak. Tanpa b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD