66

1081 Words

Hari-hari berikutnya, Victoria hampir tidak memberi ruang untuk dirinya sendiri bernapas. Pagi hingga malam dihabiskannya di lokasi proyek, berpindah dari satu rapat ke rapat lain, dari satu laporan ke laporan berikutnya. Sibuk, itu satu-satunya cara agar kepalanya tidak dipenuhi suara-suara yang ingin dia lupakan. Di ruang meeting sementara proyek, Victoria berdiri di depan papan digital. Tangannya memegang tablet, matanya fokus, suaranya tenang dan profesional. “Untuk fase kedua, kita percepat pemasangan struktur baja. Targetku, minggu depan progres naik lima belas persen,” katanya tegas. Salah satu anggota tim mengangkat tangan. “Tapi supplier sempat bilang ada keterlambatan pengiriman, Kak Victoria.” Victoria mengangguk singkat. “Aku sudah bicarakan itu. Kita pakai jalur alternat

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD