24

1375 Words

“Untukmu, kayaknya aku di tengah-tengah.” Victoria terdiam, menggigit bibir, menahan komentar. “Baiklah. Tapi aku butuh data harga terbaru sebelum finalisasi.” “Nanti aku bawakan. Atau …,” Alex mencondongkan tubuh sedikit. “Mau aku jemput lagi besok untuk bahas sambil sarapan?” tawarnya jahil. Victoria langsung terbatuk kecil, buru-buru berbalik. “Tidak perlu. Aku bisa datang sendiri,” tolaknya. Alex terkekeh pelan. “Kau bilang gitu, tapi tadi pagi kau kelihatan tak keberatan aku jemput.” “Itu karena, karena jadwal proyek,” bantah Victoria. “Hmm.” Alex mengangguk, pura-pura percaya. “Demi proyek, ya?” “Itu jelas.” Alex mendekat sedikit, suaranya turun hampir seperti bisikan. “Kalau demimu, gimana?” Victoria langsung kaku. Detik berikutnya dia mundur setengah langkah pura-pura m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD