25

1156 Words

Mobil yang dikendarai Alex itu melaju pelan menembus padatnya lalu lintas sore. Victoria duduk dengan helm proyek di pangkuannya, rambutnya sedikit berantakan karena ulah angin dari lokasi pembangunan tadi. Alex menyetir dengan satu tangan, santai tapi tetap berwibawa, sesekali melirik ke arah kursi penumpang. “Kau selalu seperti itu?” tanya Alex tiba-tiba. Victoria mengerjap. “Seperti apa, Pak?” Alex tak langsung menjawab, dia melirik tajam Victoria dengan penuh peringatan. “Kita hanya berdua saja, Victoria,” katanya menegaskan sekali lagi bahwa dia tidak suka bagaimana cara wanita itu memanggilnya. “Ya kan ini masih jam kerja. Bagaimana mungkin saya —” “Aku nggak peduli,” potongan Alex. “Hanya saat berdua, jangan panggil aku pak dan bahasa formal lainnya,” katanya mengingatkan.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD