26

1490 Words

Malam semakin larut ketika mereka kembali ke mobil. Atmosfernya lebih tenang, lebih nyaman. Tanpa mereka sadari, percakapan sepanjang makan malam menghapus batas di antara mereka sedikit demi sedikit. Perjalanan pulang terasa jauh lebih singkat. Saat turun, Victoria menatap Alex sebentar. “Terima kasih, sudah traktir,” ucapnya. Alex menatap balik, lembut namun menyimpan sesuatu. “Lain kali, kau yang traktir.” Victoria mendengus. “Mimpi saja.” Alex tersenyum miring. “Kau pasti mau. Tinggal kuancam proyekmu sedikit.” “Pak!” “Aku bercanda.” “Tapi nadanya tidak seperti bercanda!” Alex mengangkat bahu. “Terserah bagaimana kau menafsirkan,” katanya. “Sampai jumpa besok di kantor, Victoria.” Setelah mengatakan itu Alex melajukan mobilnya, meninggalkan Victoria yang terdiam di tempatnya.

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD