33

1128 Words

Langit siang itu cerah, awan tipis mengitari luasnya langit biru. Angin berembus cukup kencang di atas gedung pencakar langit itu. Suasana hening cukup membuat tubuhnya rileks. Pikirannya terlalu banyak seliweran. Matanya terpejam, menikmati suasananya. “Pelarianmu selalu sempurna, Vic,” ujar suara berat. Victoria mendesah. Dia lantas membuka mata dan mendelik jengkel pada Kalla yang sudah mengganggu ketenangannya. “Dan cuma orang gila yang tau di mana aku bersembunyi,” timpalnya. Kalla tertawa. “Ini, buat kau,” katanya seraya memberikan sebuah kresek putih. “Dan cuma kau yang tau apa yang aku suka,” katanya seraya mengambil kresek itu. “Thanks,” ucapnya setelah mengintip kresek tersebut yang isinya es krim. “Sogokan,” kata Kalla sambil mengambil posisi duduk di samping Victoria

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD