“Jadi, kau dan direktur Alex saling kenal? Itu artinya, kau kerja karena gabut?” Ada sindiran dari nada bicara Victoria. Kalla kembali tertawa tanpa pengakuan, tanpa bantahan. Hanya sebuah tawa hambar yang membuat Victoria berdecak. “Orang kaya memang gabut,” katanya. “Victoria, aku hanya ingin kebebasan, kau tau. Lagi pula, aku tidak mau hanya duduk diam saja di balik meja, sambil menunggu setumpuk dokumen, atau ditunggu perintahnya. Aku lebih suka bekerja sendiri dengan identitas seperti ini,” katanya santai, sama sekali tidak ada niat berbohong atau mengelak apa pun, terdengar begitu menikmati hidupnya. “Cih. Alasan saja,” balas Victoria yang hanya ditimpali tawa oleh Kalla. Siapapun pasti punya alasan tersendiri untuk melakukan sesuatu, dan Victoria paham itu, maka itu sebabn

