Bab 17

1103 Words

Victoria melangkah keluar gedung kantor dengan bahu terasa berat setelah seharian bekerja. Lampu-lampu kota mulai menyala, memantul di kaca gedung-gedung tinggi. Begitu dia tiba di depan jalan, sebuah mobil hitam yang sangat dia kenal berhenti pelan. Kaca jendela turun. Tian tersenyum kecil dari balik kemudi. “Capek?” tanyanya dengan suara lembut yang selalu berhasil membuat Victoria mengendurkan tegang di bahunya. Victoria masuk ke mobil. Aroma maskulin dan wangi mobil Tian yang bersih membuatnya merasakan sedikit kelegaan. “Lumayan, hari ini agak gila,” jawab Victoria sambil menyandarkan kepala ke kursi. Tian tertawa tipis, menjalankan mobil. “Kalau begitu kita makan yang enak malam ini. Aku tau kau belum makan sejak siang, kan?” Dia memicingkan mata. “Kau mata-mata, ya?” “Pacarmu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD