55

1363 Words

Masalah itu datang tanpa aba-aba, seperti bayangan yang sejak lama mengintai, hanya menunggu celah. Sore itu Victoria baru saja keluar dari gedung kantor proyek ketika dua pria tak dikenal berdiri terlalu dekat dengan mobilnya. Postur mereka biasa saja, pakaian rapi, tapi sorot mata mereka kosong, jenis tatapan yang tidak muncul tanpa perintah. “Kami disuruh menjemput,” kata salah satu dari mereka, suaranya datar, seolah sedang membicarakan cuaca. Victoria berhenti melangkah. Nalurinya langsung menegang. “Menjemput siapa?” “Kamu.” Satu kata itu cukup membuat darahnya terasa surut dari wajah. “Aku tidak kenal kalian,” balas Victoria tegas. Tangannya meraih ponsel di dalam tas, jari-jarinya gemetar tapi matanya tetap tajam. Pria satunya terkekeh pelan. “Bos kami kenal kamu.” Kalima

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD