60

1067 Words

Cahaya fajar menyelinap masuk melalui celah gorden yang tidak tertutup sempurna, melukis garis keemasan di atas lantai kayu apartemen. Di luar jendela, langit kota perlahan berubah dari biru tua yang pekat menjadi gradasi oranye yang lembut. Victoria membuka matanya perlahan, merasakan berat yang familiar namun asing di atas pinggangnya. Dia tetap bergeming, membiarkan kesadarannya kembali sepenuhnya. Suasana sangat tenang, hanya ada deru halus pendingin ruangan dan napas teratur seseorang di belakangnya. Victoria menunduk, mengintip di balik selimut bulu angsa yang tebal. Sebuah tangan kekar, dengan urat-urat yang menonjol dan kulit yang hangat, melingkar protektif di pinggangnya. Seketika, memori semalam menghantamnya seperti ombak. Victoria mengingat napas Alex yang memburu di leher

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD