38

1220 Words

Saat Alex keluar dari lift basement apartemen, langkahnya berat. Hari itu terasa panjang, rapat tegang, audit yang membuat kepalanya penuh strategi, dan bayangan keputusan yang dia buat tadi siang. Begitu memasuki lobi, satpam yang sedang berjaga berdiri dan memberi hormat kecil. “Tuan Alex,” panggilnya hati-hati. Alex menghentikan langkah. “Ada apa?” Satpam itu tampak ragu, lalu mengeluarkan amplop putih dari laci. “Istri Anda, eh, Bu Rana, sempat datang sore tadi. Beliau bilang Anda tidak mengangkat teleponnya, jadi menitipkan ini.” Dada Alex mengeras. “Berapa lama dia di sini?” “Hanya sebentar, Tuan. Tidak naik, tidak meminta akses apa pun. Hanya menitipkan surat ini.” Alex mengulurkan tangan untuk menerima amplop itu yang sudah terasa dingin, ukurannya juga tipis. “Terima kasi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD