37

1239 Words

Lantai tujuh sore itu terasa lebih hening dari biasanya. Mesin printer berhenti berbunyi, sebagian staf sudah mulai pulang. Victoria baru saja selesai memeriksa laporan ketika Fina mengetuk meja sambil berbisik. “Kak Vic, Kalla barusan lewat sini. Dia carimu,” katanya memberitahu. Victoria mengernyit. “Kalla? Ngapain dia di lantai tujuh?” Dia balik bertanya dengan nada heran. Tidak biasanya, kecuali ada hal penting. Lagi pula, Victoria tidak ada janji juga sepulang kerja. Fina menggelengkan kepalanya. “Entahlah. Tapi mukanya tegang banget,” katanya lagi, menyampaikan apa yang dia lihat. Belum sempat Victoria bertanya, pintu ruangannya diketuk dua kali. Kalla muncul dari balik pintu, wajahnya serius, gaya bicara resminya aktif. “Victoria, ikut saya sebentar,” katanya pelan, nyaris se

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD