57

1287 Words

Alex menggenggam kemudi lebih erat dari biasanya. Lampu-lampu jalan berkelebat, memantul di kaca mobil yang melaju cepat, tapi pikirannya tidak sepenuhnya ada di jalanan. Dia menekan layar ponsel di dudukan mobil, menunggu nada sambung yang tak kunjung berubah. Tidak diangkat. Dia mencoba lagi, sekali, dDua kali. Layar hanya menampilkan pesan yang membuat dadanya menegang, ponsel tidak aktif. “b******k,” gumamnya pelan. Kepalanya langsung dipenuhi potongan kejadian yang tidak sengaja dia lihat di restoran keluarga tadi. Tian menjauh dari meja. Nada bicara singkat. Wajah yang tidak benar-benar hadir. Dan firasat itu, yang selama ini jarang meleset, kini menghantamnya dengan keras. Yang menghubungi Tian tadi itu Victoria. Alex menekan rahangnya. Tangannya beralih ke layar kontak, mencar

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD