Sedikit cerita tentang masa lalu Yudi, Sandara, Shelina, Rendi dan Almarhum Marco. Shelina Dan Sandara merupakan sahabat dekat. Begitupun dengan Yudi dan Rendi. Awalnya, Shelina jatuh cinta terhadap Rendi, akan tetapi, karena Sandara memiliki rasa yang sama terhadap pria itu, Shelina mengalah dan melupakan perasaannya sendiri. Hingga ia bertemu dengan Yudi dan mencoba melabuhkan cintanya pada pria itu.
Yudi yang merupakan seorang playboy kelas kakap, tentu saja paham dan andal dalam menaklukkan hati wanita. Sehingga Shelina bertekuk lutut padanya. Namun, perhatian dan sikap manis yang ditunjukkan oleh Yudi padanya, belum sanggup membuat Shelina rela menyerahkan tubuhnya begitu saja.
Hingga akhirnya, hal tersebut yang membuat Yudi benar-benar mencintai Shelina. Namun, ia belum mampu membuang kebiasaan buruk untuk menikmati cinta satu malam.
Di belakang Shelina, Yudi tetap mengencani banyak wanita. Dan wanita terakhir yang disewa oleh Yudi adalah Stella. Tidak tanggung-tanggung. Ia membawa Stella pulang ke apartemen dan tinggal bersama karena Shelina menangkap basah saat mereka berdua bercinta. Gadis itu murka dan memutuskan hubungan mereka secara sepihak.
Sandara yang dari awal benci terhadap Yudi, bersorak gembira. Sering mengejek pria itu dengan mengatakan pria me'sum, yang suka menjajakan cinta kemana-mana.
Namun, nahas bagi Sandara. Sang ibu masuk ke rumah sakit dan membuatnya harus melakukan pinjaman pada perusahaan.. Disanalah ia dekat dengan Marco. Kepala divisi keuangan tempatnya bekerja. Dan dari sana pula Sandara harus terjebak dengan Yudi.
Yudi yang merupakan putra tunggal dari pemilik perusahaan tempat Sandara bekerja, tentu saja memiliki kuasa untuk menerima atau menolak pinjaman tersebut.
Sikap Sandara yang selalu saja mengejek dan membencinya, membuat Yudi menolak pinjaman tersebut dan meminta Sandara menjadi wanita pemuasnya di ranjang.
Sandara menolak keras itu semua. Akan tetapi, keadaan sang ibu membuatnya menyetujui dan mencari keberadaan Yudi di apartemen. Disana pertama kali Yudi merenggut kesucian yang ia miliki. Tidak puas sampai disitu, Yudi melakukan di hadapan Stella. Pria itu berdalih agar ada saksi atas apa yang mereka berdua lakukan.
Mulai hari itu kehidupan Sandara berubah drastis. Begitu pula dengan kepribadiannya. Sandara yang dikenal sebagai seorang gadis periang, berubah murung. Sehingga Shelina curiga dan mencari tahu penyebab perubahan gadis itu.
Hingga Shelina menemukan sebuah fakta, selama ini Sandara tinggal di apartemen Yudi bersama Stella. Melayani pria itu di ranjang secara bergantian.
Saat rahasia tersebut terbongkar, sebuah fakta baru ikut terkuak. Sandara hamil dan Yudi meminta agar gadis itu menggugurkan kandungannya. Shelina menentang keras hal tersebut. Dan untuk mencegah hal itu terjadi, ia rela pasang badan dan mengikuti apa yang dingin oleh Yudi. Asalkan pria itu mau menikahi Sandara dan membatalkan niatnya untuk menggugurkan janin tersebut.
Yudi setuju. Tentu saja dengan syarat dan ketentuan yang berlaku. Tidak banyak yang ia minta. Permintaan tersebut adalah, Yudi rela menikah dengan Sandara, asalkan Shelina mau menikah dengannya.
Persyaratan yang tak masuk akal tersebut diterima oleh Shelina, dengan syarat dan ketentuan yang berlaku pula. Ia mau menikah dengan Yudi, setelah bayi Sandara lahir ke dunia dan mengusir Stella dari kehidupannya.
Tanpa berpikir panjang Yudi menyetujui hal tersebut. Membuat Rendi yang mulai mendekati Shelina mengalah. Ia pergi ke Bali untuk membesarkan anak perusahaan sang ayah. Mengubur rasa cintanya terhadap Shelina untuk yang kedua kalinya.
Setelah perjanjian antara Yudi dan Shelina disepakati, pernikahan Yudi dan Sandara dilakukan. Namun, anehnya Yudi enggan pindah dari apartemen. Semua ia lakukan karena godaan dan hasutan dari Stella, yang tidak ingin kehilangan tambang emas.
Waktu berlalu. Jam berganti hari, hari berganti minggu, Minggu berganti bulan. Tujuh bulan berlalu. Tujuh bulan pula Sandara melihat dengan mata kepalanya sendiri Yudi bercinta dengan Stella. Selama itu pula Sandara menelan pil pahit akan rumah tangganya dengan Yudi, yang mulai menumbuhkan rasa cinta di hatinya.
Kehamilan Sandara yang memasuki usia tujuh bulan, membuat kedua orang tua Yudi memaksa Putra tunggalnya itu untuk datang ke rumah. Mengadakan acara syukuran tujuh bulanan Sandara. Untuk kali ini kedua orang tua Yudi tidak ingin dibantah. Mau tidak mau ia harus setuju dengan hal tersebut.
Dari undangan acara syukuran tersebut Shelina tahu, bahwa selama ini Sandara dan Yudi masih tinggal di Apartemen. Membuatnya curiga dan mencari Sandara ke apartemen. Disana Shelina mendapati Stella masih tinggal disana bersama sahabatnya.
Shelina murka. Yudi melanggar perjanjian tentu saja ia juga bisa melanggar. Di hari yang sama Shelina meminta Marco, untuk menikahi dirinya. Agar terbebas dari Yudi untuk selamanya.
Pernikahan Marco dan Shelina sampai ke telinga Yudi. Pria itu marah dan memecat Marco dan Shelina secara bersamaan. Pernikahan itu pula membuat Yudi murka dan menyakiti Sandara lebih dalam lagi.
Terlalu sibuk melayani amarah dan benci, Yudi lupa. Ada anaknya di rahim Sandara dan ada cinta yang mulai tumbuh di hatinya.
Stella yang melihat penderitaan Sandara, mulai merasa iba. Ia mulai menjauh dari Yudi, walaupun dihatinya ada cinta pula yang tumbuh untuk pria itu.
Puncak penderitaan Sandara ketika kehamilannya menginjak usia sembilan bulan. Yudi murka karena Sandara menuduhnya yang tidak-tidak. Hingga pria itu membentak dan mengatakan Sandara adalah wanita mu'rahan. Yudi yang terbawa emosi juga mengatakan anak yang ada di dalam rahim Sandara bukan anaknya. Melainkan anak dari Marco, yang sempat menjalin hubungan dengan Sandara.
Setelah perdebatan tersebut Yudi pergi dari apartemen. Meninggalkan Sandara dan Stella disana.
Kata-kata kasar dan umpatan dari Yudi membuat Sandara sakit hati. Hingga dadanya sesak dan menyebabkan ia jatuh di kamar mandi.
Gadis itu mengalami pendarahan dan pecah ketuban dalam waktu bersamaan. Stella yang panik langsung meminta petugas keamanan Apartemen untuk menolong Sandara.
Namun, saat perjalanan menuju ke rumah sakit, Sandara meminta Stella membawanya ke rumah sakit yang begitu jauh dari apartemen. Ia juga berpesan, seandainya nyawanya tak tertolong, Sandara ingin anak yang dilahirkan dititipkan pada Shelina. Karena Yudi tidak mengakui itu adalah anaknya.
Dengan berat hati Stella menyanggupi. Dan ternyata benar. Saat Arjuna lahir, Sandara pergi untuk selamanya. Sesuai dengan keinginan gadis itu, Stella menghubungi Shelina dan menyerahkan Arjuna padanya. Untuk mengelabui Yudi, Stella mengatakan telah membuang anak Sandara, karena ia tidak ingin membesarkan anak haram.
Yudi murka dan menjebloskan Stella ke penjara. Pria itu juga menyesali perbuatannya dan menyadari bahwa ia mencintai Sandara. saat Yudi melihat tubuh kaku istrinya terbaring di rumah sakit.
. Dunia Yudi semakin runtuh saat menemukan sebuah buku kecil berwarna biru, yang digunakan oleh Sandara untuk menceritakan apa saja yang ia alami selama menikah dengan Yudi. Serta pengakuan Sandara bahwa ia jatuh cinta kepada Yudi. Terlambat. Satu kata yang cocok untuk menggambarkan semuanya.
Yudi sadar ia mencintai dan dicintai oleh Sandara, saat gadis itu sudah terbujur kaku. Tak bernyawa lagi. Walaupun Yudi berteriak hingga ke ujung langit, tetap saja Sandara tidak akan kembali padanya.
Karena cerita Bukan Salah Cinta belum aku revisi, bab ini aku tulis untuk kalian yang belum membaca cerita tersebut. Agar tahu darimana awal cerita ini bermula.