Setelah kepergian Ades dan Dio kini Kanaya bersama Adrian, Tony dan Tora di kamar hotel ini. Sedangkan pa Nugrah bersiap untuk pergi dan mengucapkan terimakasih kepada Adrian dan juga Kanaya.
"Lainkali bapak harus lebih perhatian dan menyayangi Ades selayaknya putri kandung bapa sendiri jangan selalu menyakitinya saja" kata Kanaya sedikit judes ke pak Nugrah. Beliau pun tertunduk lesu mengingat semua kesalahan yang telah dilakukannya kepada Ades. Tanpa berkata apapun pak Nugrah langsung pergi meninggalkan kamar hotel itu dan keluar dari hotel mewah tersebut.
Kanaya menatap tajam ke arah Adrian yang tengah duduk santai di sofa bersama Tony. Sedangkan Tora berdiri dengan begitu patuh bak patung di samping sofa.
"Kenapa kamu menatap ku seperti itu?" tanya Adrian.
"Apa kamu sudah tidak sabar untuk memuaskan ku di atas kasur itu? " kata Adrian sambil menunjuk kasur di dalam kamar mereka berada, dengan nada sedikit menggoda terhadap Kanaya.
"Ow.... sabar bro. Jangan langsung mau main tancap gas. Memangnya aku sama Tora disini mau disuruh jadi penonton aksi panas kalian berdua ya. Kalau sekedar nonton mah ogah, kalau dapat jatah juga malah seneng sekali kita. Ya nggak Tora,bisa ditemani cewe secantik dia kapan lagi ya kan? " ujar Tony yang seperti mercon mulutnya asal berkoar.
Tampak terlihat guratan kemarahan diwajah Kanaya atas perkataan Tony tadi, seolah dia merasa di rendahkan dan diremehkan. Sungguh keterlaluan ini cowo, emang sih ganteng tapi akhlaknya minus malah bisa dibilang nggak ada akhlak sama sekali.
"Eh, itu mulut minta dijahit apa dilem? " kata Kanaya sedikit marah.
"Selow beb, cuma becanda. Jangan marah gitu dong ntar cantiknya luntur" bujuk Tony yang mendekati Kanaya dan akan memegang bahu Kanaya bermaksud menenangkannya. Namun sayang sekali kakinya diinjek oleh Kanaya dengan sepatu heelnya dengan sengaja.
Seketika Tony pun menjerit kesakitan, meskipun masih memakai sepatu namun ujung heel Kanaya menusuk tajam berasa sampai ke kakinya. Melihat hal ini Tora yang sedari tadi diam dan mematung, seketika tertawa terbahak-bahak dengan kencangnya. Membuat Kanaya terkejut seakan tidak percaya dengan Tora yang begitu terlihat sangat garang, namun bisa tertawa lepas seperti itu. Apalagi yang ditertawainya adalah salah satu bosnya. Dimana-mana anak buah begitu segan dan takut membuat marah bosnya ini malah dengan terang-terangan dia menertawakan bosnya. Sedangkan Adrian hanya sedikit tersenyum melihat kejadian ini. "Memang manusia berhati dingin", ucap Kanaya dalam hati.
"Tora, awas aku potong gajihmu bulan ini sebesar empat puluh persen" ujar Tony merasa malu didepan anak buahnya itu. Walaupun ini bukan kali pertama dia melakukan hal yang bisa menurunkan imej dia sebagai salah satu bos para body guard itu.
"Yeelah bos, nanggung kalau cuma empat puluh persen genapin aja jadi lima puluh persen" kata Tora sambil membantu Tony kembali duduk di sofa.
"Sekalian aja nggak usah dikasih gajih" ucap Tony ketus mendengar jawaban Tora yang menyebalkan.
"Nggak apa-apa bos, tapi besok saya sama anak dan istri saya pindah tempat tinggal dirumah bos ya" kata Tora tidak mau kalah dengan sedikit tertawa.
Kanaya merasa heran melihat ketidak canggungan mereka, seolah seperti keluarga. Tidak ada batasan antara bos dan anak buah. Sikap yang aneh namun terlihat begitu harmoni, ternyata dia tidak terlalu buruk dan jahat juga, ucap Kanaya dihati.
Adrian yang sedari tadi hanya memperhatikan Kanaya tampak ingin sekali tertawa melihat ekpresi wajah Kanaya yang menurutnya begitu menggemaskan. Adrian benar-benar sungguh sangat tergoda dengan bibir seksi Kanaya yang sedari tadi membuat hasratnya bergejolak
"Kita kembali ke pembicaraan kita sebelumnya. Kamu sudah bersedia menggantikan posisi Ades sebagai wanita penghangat tempat tidurku sebagai balasan aku melepaskan Ades. Jika kamu mengingkarinya kamu akan tau akibatnya. Tidak hanya kamu, melainkan Ades, Dio pak Nugrah serta orang-orang disekitar Ades akan mendapatkan balasannya. Jika kamu memgingkari" ucap Adrian tegas.
"Aku tidak akan ingkar" kata Kanaya santai sambil duduk di atas kasur.
"Tapi sebelumnya aku ingin menceritakan tentang diriku. Aku seorang janda dengan tiga orang anak. Suamiku meninggal dua tahun yang lalu karena kecelakaan" kata Kanaya menjelaskan tentang dirinya yang mendapatkan tanggapan yang aneh dari Adrian dan Tony.
Hp Adrian berbunyi pertanda sebuah pesan masuk.
[Nggak percaya deh kalau dia udah punya tiga anak]pesan dari Tony.
[Sama. Badannya seksi dan masih muda begitu masa iya sudah punya anak tiga. Kalau janda mungkin percaya. Mungkin ini akal-akalan dia saja bro] balas Adrian yang berbalas pesan dengan Tony yang duduk disebelahnya.
[Jangan kasih kendor bro] balas Tony memberi semangat Adrian. Memang mereka dua sahabat yang rada-rada stress.
"Aku nggak peduli, mau kamu janda atau perawan. Sudah punya anak atau belum yang pasti kamu harus jadi wanita pemuas nafsuku selama satu tahun" kata Adrian yang membuat Kanaya tercengang.
"Ah, gila kamu ya. Masa iya setahun" ujar Kanaya protes.
"Ya terserah aku lah. Kamu harus mematuhi apapun perkataanku" ucap Adrian sedikit bernada kesal.
"Ogah. Bilang saja kamu mau minta ganti rugi uang berapa? " tanya Kanaya.
"Satu milyar, dua milyar, tiga milyar atau sepuluh milyar" kata Kanaya yang membuat Tora membelalakkan kedua matanya terkejut dengan perkataan Kanaya dalam menyebutkan nominal uang yang ditanyakan.
Adrian pun tersulut emosi karena merasa dipermalukan oleh Kanaya, seolah-olah dia kekurangan uang. Uang bukan masalah bagi dirinya, tapi cuma cinta yang dia tidak punya.
"Aku tidak butuh uangmu, aku cuma butuh tubuhmu itu"kata Adrian dengan nada sinis dan kasar.
Sontak membuat Tony dan Tora yang berada disitu menjadi serba salah, ingin keluar tapi masih perang. Ingin tetap disana tapi keadaan begitu menegangkan, membuat mereka sedang menjadi saksi terjadinya perang dunia ke tiga.
Kanaya dan Adrian masih saling perang tatap menatap dengan nafas yang berat. Terlihat kedua belah pihak tengah mencoba menahan emosi hebat yang ingin keluar dan meledak.
"Fine.Kalau kamu ingin menikmati tubuhku kamu harus menikahiku terlebih dahulu. Tanpa ada ikatan pernikahan jangan harap bisa menyentuhku" kata Kanaya datar tanpa ekpresi.
Adrian yang mendengar perkataan Kanaya tadi sontak terkejut dan merasa sedikit marah karena tidak ada perjanjian pernikahan sebelumnya.
"Mana bisa seperti itu. Tidak ada pernikahan untuk kita dalam pembicaraan sebelumnya hanya pernikahan temanmu itu saja" ucap Adrian protes.
"Ya terserah akulah, aku yang membuat kesepakatan ini"jawab Kanaya santai.
"Kamu memang benar-benar sungguh menyebalkan" kata Adrian.
"Tora, pegang wanita itu" ucap Adrian menyuruh Tora.
Tora pun menghampiri Kanaya yang sudah berdiri mulai bersiaga dengan apa yang akan dilakukan oleh Tora. Tora pun mencoba menangkap Kanaya namun langsung mendapatkan tendangan telak di bagian intimnya dan langsung membuatnya tersungkur seketika. Tony yang melihat adegan tersebut langsung memegangi asetnya seolah merasa ngilu dibagian kebanggaan para pria. Adrian juga kaget tidak percaya menyaksikan serangan Kanaya yang tidak ada rasa gentar sedikit pun diwajahnya.
"Gila, ini cewe psikopat apa orang gila? Pecah itu kantong anaknya si Tora kalau ditendang begitu" ucapnya membatin.
"Kalau terjadi apa-apa sama anak buahku aku tidak akan melepaskan kamu" ancam Adrian ke Kanaya.
"Tagihan pengobatan dia nanti aku yang bayar" jawab Kanaya enteng.
Adrian pun mencoba mendekati Kanaya merasa benar-benar ingin menaklukkan wanita gila dihadapannya ini. Disaat dia ingin mencoba mendekati Kanaya, Kanaya sudah bersiap akan menyerang. Kanaya mencoba akan menendang Adrian, namun Adrian mundur ke belakang. Adrian pun menyeringai, secepat kilat dia menabrakan tubuhnya ke arah Kanaya dan akhirnya mereka berdua jatuh ke atas kasur. Membuat jarak keduanya begitu dekat sekarang,seolah tak ingin membuang kesempatan Adrian mencoba mencium Kanaya dengan paksa namun seketika tangan Kanaya menjambak rambut Adrian dengan sekuat tenaga. Adrian pun kewalahan mendapati kekuatan wanita cantik ini sungguh luar biasa diatas rata-rata wanita normal. Tony yang melihat adegan ini merasa kagum dan sekaligus benar-benar merasa lucu karena Adrian bisa dilumpuhkan oleh seorang wanita selain mamanya. Tora yang tadi meringis kesakitan berangsur mulai membaik dan kemudian tertawa melihat adegan Adrian dijambak oleh Kanaya. Momen langka serta menggemaskan bagi Tora dan Tony, karena selama ini hanya nyonya besar yang bisa membuat Adrian merasa takut.
"Eh, wanita gila lepasin kepalaku. Mau kau bunuh aku ya. Dasar cewek brutal" teriak Adrian kesakitan karena rambutnya dijambak oleh Kanaya.