Akhirnya Sah

1122 Words
Adrian pun langsung memerintahkan anak buahnya agar segera memanggil penghulu untuk menikahkan Ades dengan Dio secepatnya. Dia merasa tidak sabar ingin balas dendam kepada Kanaya. Gadis yang telah membuatnya merasa pusing dan sakit kepala karena telah menyainginya. Sebenarnya siapa sih cewek belagu yang cantik ini? Pikir Adrian membatin seraya mencuri pandangan menatap wajah Kanaya yang begitu cantik dan tidak bosan untuk dipandangi. "Ngapain kamu liat-liat mukaku, emangnya ada yang aneh?" tanya Kanaya saat melihat Adrian memandanginya. "Ntar terpesona lhooo" ejek Kanaya sambil tersenyum. Untuk pertama kalinya Adrian melihat senyuman di wajah cantik Kanaya membuat dirinya merasa melayang terpesona. Untuk pertama kalinya dia merasakan hatinya berbunga-bunga oleh wanita. Sihir apa yang telah dia berikan kepada Adrian hingga membuai Adrian dalam imajinasi yang tak pernah dia bayangkan sebelumnya. "Yakin amat aku bakal terpesona sama kamu" kata Adrian sedikit ketus karena merasa malu telah ketahuan saat memandanginya. Apalagi tebakan Kanaya yang mengatakan kalau dia akan terpesona memang benar adanya. Adrian berdiri dan pergi keluar dari kamar perdebatan tadi. Adrian menghembuskan nafas berat sesaat telah keluar dan berjalan menuju ke lift ingin mencari udara segar sebentar. Dia merasa tidak kuasa mengatur dirinya ketika menatap Kanaya. Entah seperti dalam cerita dongeng tiba-tiba saja khayalan yang tak masuk akal menghampiri otaknya dan mengisi semua pikirannya. "Mau kemana?" Tony tiba-tiba ikut masuk ke dalam lift. "Mau keluar, pengap" jawab Adrian. "Jatuh cinta ya" ledek Tony yang sangat hapal dengan sikap Adrian yang tidak pernah mau memandangi wanita manapun sebelumnya. Namun sikap Adrian dan tatap mata Adrian berbeda terhadap Kanaya. "Ton,kamu tau kan. Aku tidak bisa melupakan sosok Ayu. Tapi kenapa saat melihat Kanaya aku seperti merasakan perasaan yang sama pernah aku rasakan ke Ayu sewaktu kecil dulu" kata Adrian yang mulai dalam mode on curhat. "Itukan cuma cinta monyet bro. Lagian Ayu mungkin sudah lupa sama kamu. Udah dua puluh tahun lebih kan" kata Tony yang yang mulai menjadi guru pencerah Adrian. "Aku seperti dihipnotis. Apalagi saat dia tersenyum. Hatiku berdetak tidak karuan" ucap Adrian sambil membayangkan senyuman Kanaya yang tidak bisa dia lupakan. "Terus nanti gimana setelah ini? Dia kan mau gantiin posisi Ades. Mau kamu apaain tuh cewek? Cewek tajir tuh" kata Tony mengingatkan Adrian. Tony masih tidak menyangka kalau direkening Kanaya tersimpan uang sebesar tiga milyar lebih disaat Kanaya ingin mentransfer uang ke Adrian tadi. "Anak siapa sih dia ya? Punya uang segitu banyaknya. Apa pengusaha juga ya dia? " tanya Adrian ke Tony yang dibalas gelengan disertai bahu terangkat oleh Tony. "Meskipun kalau dibandingkan, uangku lebih banyak dari dia. Tapi sulit juga kan bikin tuh cewek bertekuk lutut ke aku" curhat Adrian lagi ke Tony. "Bisa-bisa malah kamu nantinya yang akan bertekuk lutut ke dia" kata Tony sambil cengengesan hingga mendapat pukulan dibahunya. Sesampainya di lobi dia melihat Tora tengah menggiring seorang pria paruh baya berpeci hitam masuk ke dalam hotel. Pasti dia penghulunya pikir Adrian. "Bos penghulunya sudah datang, pernikahannya diadakan dimana ya bos?" tanya si Tora anak buah Adrian yang paling dipercayanya. Adrian pun melihat ke arah Tony, dia juga bingung mau dilaksanakan dimana pernikahan ini? Ini kan dadakan mana sempat dia mau mempersiapkan pernikahan Ades. "Di atas, di kamar tadi. Lagian yang mau nikah juga sudah siap dikamar" kata Adrian sedikit sebal karena mengingat perdebatan dia dengan Kanaya tadi. Akhirnya mereka berempat pun naik ke atas menggunakan lift. Adrian dan Tony yang baru turun dari lift juga naik lagi. Memang mereka suka membuang-buang tenaga dengan percuma. Sesampainya di dalam kamar, Ades, Dio dan Kanaya tengah asyik mengobrol bertiga. Raut wajah mereka yang semula penuh dengan canda berubah seketika Adrian masuk beserta Tony, Tora dan pak penghulu. "Penghulunya sudah datang, cepat telpon ayahmu untuk datang kemari" perintah Adrian kepada Ades yang membuat Ades terdiam dan terpaku. "Kok bengong sih. Telpon sana, katanya mau dinikahkan. Masa iya nggak ada wali nikahnya" ucap Adrian sedikit kesal. Ades pun bergegas menelpon ayahnya dan mengatakan kalau dia akan menikah dengan Dio sekarang dan membutuhkan dia untuk menjadi wali nikah dia. Sebelumnya ayah Ades menolak untuk datang kesana karena takut membuat kesalahan yang akan menjadikan dia bulan-bulanan Adrian untuk dihajar. Namun setelah mendengar ini perintah Adrian dia pun segera datang. Sekitar sepuluh menit ayah Ades pun datang untuk menyaksikan pernikahan putri semata wayangnya. Saat pak penghulu bertanya tentang mas kawin untuk pernikahan Ades dan Dio mereka semua terdiam. Saat mengejar Ades tadi Dio tidak membawa apapun hanya kunci mobil dan handphone yang digenggamnya sedari tadi. Kanaya pun juga bingung karena dia juga hanya membawa handphone genggam ditangannya. Kanaya pun melepaskan cincin dijari kanannya untuk diserahkan ke Dio sebagai mas kawin. Namun langsung dicegah oleh Adrian dan dia memberikan uang sebesar satu juta ke Dio. "Anggap aja itu hadiah permintaan maaf ku sebagai mas kawin pernikahan kamu" kata Adrian kepada Dio. "Simpan saja cincinmu" kata Adrian. Proses pernikahan Dio dan Ades pun segera dilaksanakan dengan begitu sederhana karena ini sungguh dadakan, acara yang tidak pernah direncanakan. Perempuan yang bakal jadi pemuas birahinya kini malah akan dia nikahkan dengan pujaan hatinya. Memang sekarang dia merasa bingung kenapa dia bisa begitu lunak dengan kata-kata Kanaya. "Saya nikahkan dan kawinkan kamu Dio Permana dengan seorang wanita yang bernama Adesty Putri binti Anugrah Cahyadi dengan mas kawin uang sebesar satu juta rupiah dibayar tunai" ucap pak penghulu dengan tegas. "Saya terima nikah dan kawinnya Adesty Putri binti Anugrah Cahyadi dengan mas kawin tersebut dibayar tunai" ucap Dio dengan mantap. "Bagaimana saksi?" tanya pak penghulu ke arah pak Nugrah ayahnya Ades serta ke arah para saksi yang hadir. Seperti Adrian, Kanya, Tony dan juga Tora. "Sah pak penghulu" kata ayah Ades. "Sah....." teriak Tora nyaring sambil riuhan tepuk tangannya yang kegirangan seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan es krim. Adrian yang melihat tingkah Tora hanya bisa menggelengkan kepalanya dan Tony hanya tertawa memberikan dua jempol yang berdiri. Setelah acara ijab kabul selesai Ades dan Dio akan pergi meninggalkan kamar hotel yang jadi saksi biksu bersatunya mereka menjadi pasangan yang halal dunia akhirat. "Akhirnya kalian sah juga menjadi suami istri" ucap Kanaya sambil membelai lembut wajah Ades. "Kak... Kakak bagaimana?" tanya Ades. "Kakak akan menyelesaikan urusan kakak dengan Adrian dulu" jawab Kanaya. "Pulang bareng kita yuk kak, Ades khawatir sama kak Kanaya" ujar Ades memeluk Kanaya. "Aku harus menepati janjiku serta ucapan ku tadi. Pantang bagiku untuk ingkar, karena bapa tidak pernah mengajarkan hal itu" ucap Kanaya tegas dan penuh tekat. "Kakak.... Maafin aku, kakak jadi kena masalah ini gara-gara aku" kata Ades sambil menangis. "Sudah, cepat pulang sana. Nanti takutnya Adrian berubah pikiran" kata Kanaya yang menyudahi momem bersedih Ades. Ades langsung menjadi pucat karena masih merasa takut dengan sikap Adrian waktu di dalam tadi. Ades dan Dio pun pergi meninggalkan Kamar mewah yang menjadi tempat penyekapan dia tadi sekaligus saksi perjuangan cintanya dengan Dio yang telah disatukan menjadi pasangan halal dunia akhirat.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD