"Maaf, ya. Lagi-lagi aku harus ngerepotin kamu." Siang itu, di bawah teriknya sinar matahari, tampak seorang wanita tengah memberikan sebuah tas bekal kepada pria yang tak lain adalah Irfan. Benar, akibat permintaan sang putri tadi malam, mau tak mau Kirana kembali merepotkan Irfan dengan menyuruh pria itu menjemput Shanum. Sekaligus menyuruhnya makan di luar. Beruntung, pekerjaan Irfan sedang tak banyak hari ini. Karena jika tidak, dirinya pasti akan merasa sangat bersalah pada pria itu. "Apa sih, Ran? Kenapa harus minta maaf? Aku enggak keberatan jemput Shanum, kok. Lagi pula, aku kan, Daddynya," sahut Irfan dengan senyum menggoda. Kirana yang mendengar hal itu hanya dapat mendelik, kemudian menepuk lengan Irfan. Tak kuat memang, tapi mampu membuat pria itu meringis kesakitan. E

