"Bu Rana kenapa?" Kirana terdiam bisu. Tak tahu harus bagaimana menjawab pertanyaan Santi. "Bu? Ibu ada masalah?" tanya Santi lagi. Kali ini dengan nada yang sedikit lebih lembut dari sebelumnya. Namun, masih sama. Bukan jawaban yang dia dapatkan. Melainkan, sebuah tatapan dengan sorot kepedihan yang dulu kerap ia lihat dari wajah cantik wanita itu. Sadar bahwa keadaan bosnya sedang tak baik-baik saja, Santi lantas mengambil posisi di samping wanita itu. Kemudian memeluknya dari arah samping. Berusaha menyalurkan segenap kekuatan yang ia punya. Tidak. Santi tak mengajukan pertanyaan lagi. Sebaliknya, dia justru membiarkan Kirana diam tanpa menyinggung tentang kejadian beberapa waktu lalu. Hingga akhirnya .... "Perusahaan itu milik keluarga mantan suami saya," ujar Kirana tiba-t

